Radio Sebayu

BI Tegal Buka Layanan Penukaran Uang di Empat Titik, Sediakan 1 Miliar untuk Masyarakat

Layanan penukaran uang di sejumlah pasar tradisional dilaksanakan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal melalui mobil kas kelilingnya. Ada empat titik pasar yang dikunjungi, yakni Pasar Comal, Pasar Setono, Pasar Grogolan, dan Pasar Sorogenen, Selasa (15/7/2025).

Akhmad Affandi selalu Administrator Perkasan BI Tegal menjelaskan, untuk kegiatan penukaran uang dilaksanakan di pasar-pasar tradisional.

Pertama di Pasar Comal, kemudian Pasar Setono, dilanjutkan di Pasar Grogolan, dan Rabu besok (16/7/2025) di Pasar Sorogenen.

Dalam kegiatan tersebut, BI Tegal menyediakan dana sebesar Rp1 miliar untuk kebutuhan penukaran uang masyarakat.

Disampaikan Affandi, bahwa kegiatan penukaran uang tersebut merupakan agenda rutin bulanan. Meski biasanya saat Ramadhan dan Idul Fitri juga dilaksanakan kegiatan yang sama melalui program khusus bertajuk Serambi, singkatan dari Semarak Ramadhan dan Berkah Idul Fitri.

Pada setiap layanan penukaran, Affandi mengungkapkan animo masyarakat untuk menukar uang masih cukup tinggi. Hal ini terbukti dari antusiasme warga yang sudah mendaftar secara daring beberapa hari sebelum kegiatan berlangsung.

“Seperti kita ketahui bahwa sekarang sistemnya sudah online. Minimal tiga hari sebelum kegiatan, kita sudah umumkan di media, dan semuanya langsung penuh,” tambahnya.

Tercatat, sebanyak 200 orang peserta telah mendaftar untuk menukar uang dalam program kali ini.

Sementara itu salah satu pedagang pakaian online asal Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, Umul Fadillah (24), mengaku rutin mengikuti program tersebut.

“Saya tetap butuh uang kecil untuk jualan dan kembalian para pembeli,” katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan uang pecahan kecil seperti Rp2.000 dan Rp5.000 sangat penting untuk transaksi harian, terutama dalam pengiriman atau pembayaran tunai ke pelanggan.

Dibandingkan dengan periode Lebaran lalu, Umul merasa layanan penukaran uang kali ini lebih efektif. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya penukaran hanya mendapatkan 25 lembar, namun kini sudah bisa mendapat hingga 100 lembar pecahan.

“Saat Lebaran cuma dapat 25 lembar karena dibatasi, tapi sekarang dapat 100 lembar. Masih ada pembatasan sih, karena maksimal Rp3.700.000, tapi ini cukup buat stok kembalian,” katanya.

Ia pun mengapresiasi sistem pendaftaran online yang diterapkan BI, karena menurutnya lebih praktis dan tidak perlu antre panjang.

Hal serupa juga disampaikan Nada Ingtias (24), warga Krapyak merasa senang bisa menukar uang melalui sistem yang kini lebih modern dan praktis.

“Sekarang tak perlu mengantri lama, sudah bisa dapat uang baru. Sistemnya online, link-nya di website yang diakses bisa langsung masuk,” sebutnya.

Menurut Nada, meski Lebaran telah berlalu, ia tetap antusias menukar uang karena persediaan dari BI terbatas dan sangat diminati. Uang hasil penukaran itu ia simpan untuk kebutuhan atau dibagikan pada momen mendatang.

Nada juga menyampaikan bahwa pengalaman penukaran kali ini jauh lebih lancar dibanding tahun lalu.

Scroll to Top